virus Conficker menyerang dunia.

by yodi saputra at/on 07.53
in
0 komentar

Apakah anda mengetahui apa virus Conficker (alias Kido atau Downadup),atau mungkin anda telah terserang virus tersebut.
mungkin virus yang satu ini memang virus yang hebat bahkan virus ini pun dihargai sebesar 3milyar oleh microsoft.
virus ini dapat mengakibatkan komputer kita tdk dapat mengakses kebeberapa situs anti virus dan situs microsoft resmi.
Virus yang satu ini memang hebat mungkin terkadang anda tidak mengetahui ciri ciri virus conficker menyerang komputer anda .

beberapa ciri ciri komputer terserang virus conficker
- komputer tidak dapat membuka situs yang mengenai anti virus dan situs resmi microsoft,Tetapi jika diakses dari alamat IP tidak ada masalah.
- akan muncul file file mencurigakan dalam komputer anda.
- Username Login di Active Directory (AD) Windows terkunci berulang-ulang. Jadi meskipun sudah terkunci (lock) dan dibuka oleh Admin, tetapi terkunci lagi.
- Komputer mendapatkan pesan error Generic Host Process.
- Anti virus computer tidak dapat di Update karena system di kunci oleh Virus Conficker.
- Banyak aplikasi tidak berfungsi dengan baik.







Beberapa dampak dari virus conficker pada komputer yang terserang.

1. Melumpuhkan System Restore.

Conficker akan melumpuhkan System Restore dengan cara mereset “Restore Point” guna mencegah korbannya membasmi virus ini dengan mengembalikan Restore Point. System Restore adalah fasilitas “Mesin Waktu” yang tersedia di beberapa OS Windows seperti ME, XP dan Vista yang berfungsi sebagai backup system OS dan dapat membantu mengembalikan setting komputer pada keadaan normal jika suatu saat terjadi kesalahan instal program yang tidak diingini ataupun karena terinfeksi virus.

2. Membuat HTTP Server.

Conficker akan membuka port random antara 1024 s/d 10.000 dan menjalankan fungsi sebagai web server (HTTP server) bagi jaringan lokal. Jika ada komputer di jaringan yang memiliki celah keamanan RPC Dcom 3 yang belum di patch, maka ia akan mencoba menyerang dan jka berhasil maka komputer korbannya akan mendownload ke HTTP server yang dibuat tadi untuk mendownload file virus dan menjalankannya. Selain itu, dalam aksinya ini Conficker menyebabkan matinya Internet connection Sharing.

3. Melakukan patch pada komputer korbannya.

Setelah berhasil menginfeksi komputer korbannya, Conficker akan melakukan patching pada komputer korbannya, jangan berterimakasih dulu kepada virus ini. Tujuannya melakukan patch adalah untuk mencegah infeksi ulang yang malahan akan mengakibatkan komputer tidak stabil sehingga tidak bisa mencari korban baru.

4. Download File untuk update dirinya.

Conficker meniru antivirus akan berusaha mendownload file (kemungkinan updatenya di masa depan) ke beberapa website yang telah disiapkan daftarnya (250 domain) dengan tujuan mempersulit vendor antivirus untuk memblok domain-domain update tersebut satu persatu.

beberapa cara melumpuhkan virus conficker.
1. Putus koneksi komputer ke jaringan (cabut kabel LAN)
2. Matikan system Restore
3. Jalankan Conficker Removal.
4. Pacth Security Update dari Microsoft.
5. Dengan menggunakan PCMAV Express for Conficker.
6. Restart Komputer.

mungkin cara diatas dapat membantu anda membasmi virus tersebut.
Selengkapnya...


Apa itu NTFS?

by yodi saputra at/on 04.11
in
0 komentar

Sebuah sistem file merupakan salah satu bagian dari sistem operasi yang menentukan bagaimana file diberi nama, disimpan, dan diorganisasikan dalam sebuah ruang/volume. Sebuah sistem file mengatur file - file dan folder - folder, dan informasi yang dibutuhkan untuk menempatkan dan mengakses item ini oleh local dan remote user. Microsoft Windows Server 2003 dan xp mendukung kedua sistem file baik NTFS maupun FAT.

NTFS membolehkan anda mendapatkan keuntungan maksimal untuk kebutuhan lingkungan bisnis perusahaan sehari -hari dari Windows Server 2003, seperti peningkatan keamanan, lebih sempurna dan performa yang meyakinkan, seperti halnya sebuah desain untuk peningkatan kapasitas besar, fitur - fitur yang tidak ditemukan di FAT.

Common NTFS Scenarios

Pada bagian ini menjelaskan sedikit skenario yang mana NTFS perlu digunakan sebagai sistem file dalam sebuah server yang menjalankan Windows Server 2003.

Lebih Handal

NTFS menggunakan informasi log file dan hasil pemeriksaan untuk mengembalikan konsistensi dari sistem file ketika komputer di jalankan kembali ketika sistem mengalami kegagalan. Pada saat mengalami error bad sector, NTFS secara dinamis menandai ikatan yang mengandung bad sector dan mengalokasikan sebuah ikatan (cluster) baru untuk data, seperti halnya menandai cluster sebagai bad dan tidak lama menggunakannya. Contohnya, dengan menghapus/format sebuah server POP3 dengan NTFS, penyimpanan mail dapat menawarkan pembukuan (logging) dan mengembalikan (recovery). Ketika sever mengalami crash, NTFS dapat menyembuhkan/mengembalikan data dengan menjalankan log filenya.

Lebih aman

NTFS membolehkan anda mengatur izin dalam sebuah file atau folder, dan menspesifikasikan grup - grup dan para pengguna yang diizinkan mengakses atau tidak oleh anda, dan kemudian pilih jenis akses yang diperbolehkan. NTFS juga mendukungteknologi Encrypting File System (EFS) yang biasa digunakan untuk menyimpan encrypted file dalam ruang NTFS. Para penyusup yang mencoba mengakses encrypted file anda akan dicegah perlakuannya, sekalipun penyusup itu mengakses fisik dari komputer tersebut.

Mendukung Kapasitas Besar

NTFS membolehkan anda membuat sebuah kapasitas NTFS hingga 16 terabyte dengan menggunakan ukuran cluster yang default (4 KB) untuk volume besar. Anda dapat membuat kapasitas NTFS hingga 256 terabyte dengan menggunakan ukuran cluster 64 KB. NTFS juga mendukung file - file besar dan lebih setiap volumenya dibandingkan FAT. Sebagai tambahan, NTFS mengatur ruang disk lebih efisien daripada FAT dengan menggunakan ukuran cluster terkecil. Contohnya, sebuah volume NTFS 30-GB yang menggunakan cluster 4-KB. Sama seperti volume yang diformat dengan FAT32 yang menggunakan cluster 16-KB. Menggunakan cluster yang kecil akan mengurangi ruang/space yang terbuang percuma dalam hard disk. NTFS mendukung banyak kemampuan dalam dynamic disk untuk mengatur kebutuhan - kebutuhan penyimpanan besar.

Space terbatas dalam volume

Jika organisasimu memiliki space yang kurang dalam suatu volume, NTFS menyediakan layanan untuk menambah kapasitas penyimpanan dalam sebuah server yang memiliki kapasitas terbatas.
Disk quotas membolehkan anda untuk memberi jalurdan mengendalikan user disk space yang digunakan untuk isi NTFS .
NTFS mendukung pengompresan/pemadatan seperti halnya menambahkan spaceyang tidak teralokasi dari disk yang sama atau dari disk lainnya untuk menambah ukuran dari sebuah kapasitas NTFS.


Beberapa Fitur NTFS

Bagian berikut akan memberikan informasi sedikit mengenai beberapa fitur NTFS:

- NTFS dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna (dalam NTFS disebut dengan Disk Quota).

- NTFS mendukung sistem berkas terenkripsi secara transparan dengan menggunakan jenis beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum digunakan.

- NTFS mendukung kompresi data transparan yang, meskipun tidak memiliki rasio yang besar, dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan hard disk. Selain itu, NTFS mendukung pembuatan berkas dengan atribut sparse (berkas yang berisi banyak area kosong di dalam datanya) yang umumnya dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi ilmiah.

- NTFS mendukung hard link (tautan keras) serta symbolic link (tautan simbolis) seperti halnya sistem berkas dalam sistem operasi keluarga UNIX, meskipun dalam NTFS, implementasinya lebih sederhana. Fitur symbolic link dalam NTFS diimplementasikan dengan menggunakan Reparse Point yang awalnya hanya dapat diterapkan terhadap direktori. Windows Vista mengizinkan penggunaan symbolic link terhadap berkas.

- NTFS mendukung penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit UCS2) hingga 255 karakter. Berbeda dengan sistem berkas FAT yang masih menggunakan pengodean ANSI (8-bit ASCII) dan hanya berorientasi pada format 8.3. Penggunaan nama panjang dalam sistem berkas FAT akan menghabiskan lebih dari dua entri direktori. Tabel di bawah ini menyebutkan karakteristik perbandingan antara NTFS dengan sistem berkas FAT32 dan FAT16.

- NTFS memiliki fitur untuk menampung lebih dari satu buah ruangan data dalam sebuah berkas. Fitur ini disebut dengan alternate data stream.

Kompatibilitas NTFS dan Sistem Operasi

NTFS tidak didukung oleh Microsoft Windows sebelum Windows NT 4.0 dan Windows 2000 Professional atau MS-DOS. Tabel Sistem operasi dan kompatibilitas NTFS menunjukkan sistem operasi mana yang mendukung NTFS.

Operating System dan NTFS Compatibility
Operating System NTFS
Windows XP Ya
Windows Server 2003 Ya
Windows 2000 Ya
Windows NT 4.0 Ya
Windows 95 OSR2, Windows 98, and Windows Millennium Edition
Windows 95 (prior to OSR2)
MS-DOS

catatan

* Komputer dengan Windows NT 4.0 yang membutuhkan Service Pack 4 atau setelahnya untuk mengakses NTFS volume sebelumnyadiadopsi oleh Windows 2000, Windows XP, atau Windows Server 2003.

Tabel Perbandingan Karakteristik NTFS dengan FAT32

Karakteristik NTFS FAT32
Jumlah berkas dalam satu volume 232-1 berkas 228 berkas
Berkas atau subdirektori setiap direktori Tidak terbatas 216-2 berkas atau direktori
Kompatibilitas dengan sistem operasi DOS Tidak Tidak
Dapat dual-booting dengan Windows 95/98 Tidak Ya (Windows 95 OSR 2.0 ke atas)
Kompresi data transparan Ya Tidak
Enkripsi Transparan Ya (versi 3.0 ke atas) Tidak
Penetapan kuota ruangan untuk tiap pengguna Ya Tidak
Ukuran berkas maksimum 264 - 1 byte 232 - 1 byte
Ukuran cluster minimum 512 bytes (1 sektor) 512 bytes (1 sektor)
Ukuran cluster maksimum 64 KB (32 sektor) 64 KB (32 sektor)
Ukuran partisi maksimum 232 cluster 4,177,198 cluster
Jumlah berkas tiap partisi 232 - 1 berkas 228 berkas
Jumlah direktori tiap partisi Tidak Terbatas 216 - 2 direktori


Struktur NTFS

Dalam sistem berkas NTFS, semua data yang tersimpan di dalam sebuah volume disimpan dalam bentuk berkas. Hal ini berlaku untuk direktori, berkas biasa, hingga struktur data yang dimiliki oleh NTFS itu sendiri (yang disebut dengan NTFS Metadata), yang diperlihatkan pada Tabel di bawah ini. Dengan menyimpan segala data dalam bentuk berkas, Windows dapat menemukan dan memelihara data secara lebih mudah dan cepat, dan tentu saja karena arsitektur keamanan yang dimiliki oleh Windows NT, semua berkas dapat diproteksi dengan menggunakan deskriptor keamanan (security descriptor). Selain itu, jika ada beberapa bagian dari dalam disk mengalami kerusakan (atau lazim disebut sebagai bad sector), NTFS dapat melakukan relokasi terhadap NTFS metadata untuk mencegah disk tersebut menjadi tidak dapat diakses sama sekali.
Record # Nama Berkas Keterangan
0 $MFT MFT adalah singkatan dari Master File Table, yang berisi catatan setiap berkas yang terletak dalam volume NTFS berikut atribut yang dikandungnya. MFT merupakan jantung dari NTFS.
1 $MFTMIRR Salinan dari berkas $MFT yang utama (lihat di atas), yang dapat digunakan untuk tujuan pemulihan sistem (system recovery) dan juga pemulihan hard disk. Isi berkas ini adalah beberapa baris awal yang dimiliki oleh berkas $MFT yang asli.
2 $LOGFILE Berisi tabel catatan transaksi yang dapat digunakan untuk tujuan pemulihan sistem.
3 $VOLUME Berisi informasi tentang volume yang bersangkutan, seperti nomor serial volume tersebut, versi NTFS yang digunakan dan lain-lain.
4 $ATTRDEF Definisi atribut setiap berkas.
5 $ Direktori akar (root directory) yang dimiliki oleh sebuah volume. Beberapa literatur menulis root dengan tanda titik (.).
6 $BITMAP Berisi peta bit (bitmap) yang terdapat dalam sebuah volume, sehingga dapat diketahui sektor mana saja yang telah terpakai atau belum terpakai.
7 $BOOT Berisi kode boot-strapping untuk sebuah volume, jika volume tersebut memiliki kemampuan untuk melakukan proses booting.
8 $BADCLUS Berisi tabel yang merujuk pada lokasi unit alokasi yang dianggap rusak (bad cluster) pada sebuah volume NTFS.
9 $SECURE Berisi tabel sistem keamanan untuk berkas-berkas yang ada dalam setiap volume.
10 $UPCASE Memetakan berkas yang memiliki nama berkas dengan huruf kecil dengan huruf besar. Seperti my-file.doc dipetakan dengan MY-FILE.DOC.
11 $EXTEND Digunakan untuk beberapa fitur opsional yang dapat memperluas kemampuan NTFS, seperti kuota untuk pengguna, enkripsi dan tanda pengenal objek (object identifier), dan lain-lain.
12 Reserved Direservasikan untuk digunakan pada versi NTFS masa yang akan datang.
13 Reserved Direservasikan untuk digunakan pada versi NTFS masa yang akan datang.
14 Reserved Direservasikan untuk digunakan pada versi NTFS masa yang akan datang.
15 Reserved Direservasikan untuk digunakan pada versi NTFS masa yang akan datang.
16 [Berkas dalam hard disk] Digunakan untuk menyimpan semua berkas milik pengguna.

Ketika seorang pengguna menggunakan utilitas format.com atau menggunakan Windows Explorer untuk membuat partisi NTFS, maka NTFS akan membuat sekitar 16 berkas NTFS metadata (lihat tabel di atas). Setiap berkas tersebut merupakan berkas yang tersembunyi dan sama sekali tidak dapat ditampilkan oleh program Shell ketika pengguna melakukan browsing partisi NTFS dengan menggunakan command prompt atau Windows Explorer. Setiap NTFS Metadata diberi nama yang dimulai dengan karakter dolar ($).

Setiap berkas dalam sebuah volume berbasis NTFS dapat dikenali dengan sebuah nilai berukuran 64-bit yang disebut dengan “referensi berkas” atau file reference. Referensi berkas mengandung sebuah nomor referensi berkas (reference file number) dan sebuah nomor urut referensi berkas (reference sequence number). Angka berkas berhubungan dengan posisi di mana letak record berkas tersebut di dalam MFT dikurangi 1 (atau posisi di mana record tersebut berada dikurangi satu, jika berkas tersebut memiliki lebih dari sebuah record); sedangkan nomor urut referensi berkas, yang akan berubah setiap kali MFT record digunakan, mengizinkan NTFS untuk melakukan pengecekan konsistensi sistem berkas secara internal.

FAT (File Allocation Table)

Tabel Alokasi Berkas

Definisi : sebuah sistem berkas yang menggunakan struktur tabel alokasi berkas sebagai cara dirinya beroperasi. Tabel alokasi berkas atau File Allocation Table merupakan sebuah tabel yang dipelihara di dalam hard disk atau media penyimpanan lainnya oleh sistem operasi yang bertindak sebagai “daftar isi media penyimpanan”, yang menunjukan di mana direktori dan berkas disimpan di dalam disk.

Ketika sebuah media penyimpanan diformat dengan menggunakan FAT, sistem berkas ini akan membuat sebuah tabel alokasi berkas yang disimpan pada lokasi yang dekat dengan permulaan media penyimpanan tersebut. Media penyimpanan yang dimaksud adalah media penyimpanan seperti sebuah hard disk, sebuah partisi dalam sebuah hard disk, atau media penyimpanan portabel. Selain membuat satu tabel alokasi berkas, sistem berkas tersebut juga membuat salinan dari sistem berkas tersebut, dan berada pada media penyimpanan yang sama. Jika salah satu salinan mengalami kerusakan, maka sistem berkas akan menggunakan salinan yang lain, dan mengganti tabel yang rusak tersebut dengan salinan yang masih baik (cara kerja ini disebut dengan FAT Mirroring, yang bekerja seperti layaknya RAID 1). Lokasi tabel alokasi berkas ditentukan di dalam sebuah area yang disebut dengan BIOS Parameter Block (BPB) dalam boot sector sebuah media penyimpanan yang menggunakan sistem berkas FAT.

Sistem berkas ini digunakan oleh sistem operasi MS-DOS (hanya versi FAT12 dan FAT16), Windows (hampir semua versi Windows; untuk versi FAT yang didukung olehnya lihat pada bagian versi), GNU/Linux, dan masih banyak sistem operasi lainnya yang juga mendukung termasuk Macintosh OS/X. Ada beberapa versi dari sistem berkas FAT, yang dibedakan dari berapa banyak unit alokasi yang didukungya, yakni sebagai berikut:

* FAT12
* FAT16
* FAT32

FAT32

FAT32 adalah versi sistem berkas FAT yang paling baru, yang diperkenalkan ketika Microsoft merilis Windows 95 OEM Service Release 2 (Windows 95 OSR2). Tabel sistem operasi Windows yang mendukung sistem berkas FAT32 ini sebagai berikut.
Sistem operasi Dukungan
MS-DOS Tidak
Windows 95 (versi awal) Tidak
Windows 95 OSR2 Ya
Windows 98 Ya (Windows 98 juga memiliki utilitas untuk mengonversi FAT16 ke FAT32)
Windows Millennium Edition Ya
Windows NT 3.x Tidak
Windows NT 4.0 Tidak
(Beberapa perusahaan, seperti Winternals membuat driver FAT32 untuk Windows NT 4.0)
Windows 2000 Ya
(Windows 2000 membatasi kapasitas partisi FAT32 yang dapat dibuat hingga 32768 Megabytes saja)
Windows XP Ya
(Windows XP membatasi kapasitas partisi FAT32 yang dapat dibuat hingga 32768 Megabytes saja)
Windows Server 2003 Ya
(Windows Server 2003 membatasi kapasitas partisi FAT32 yang dapat dibuat hingga 32768 Megabytes saja)
Windows Vista Ya
(Windows Vista membatasi kapasitas partisi FAT32 yang dapat dibuat hingga 32768 Megabytes saja)

Karena menggunakan tabel alokasi berkas yang besar (32-bit), FAT32 secara teoritis mampu mengalamati hingga 232 unit alokasi (4294967296 buah). Meskipun demikian, dalam implementasinya, jumlah unit alokasi yang dapat dialamati oleh FAT32 adalah 228 (268435456 buah). Ukuran unit alokasi maksimum dapat mencapai 32768 byte (64 sektor), sehingga secara teoritis dapat mengalamati 8 terabytes (8192 Gigabytes), meski tidak disarankan. Selain itu, program instalasi beberapa keluarga sistem operasi Windows NT 5.x ke atas hanya mengizinkan pembuatan partisi FAT32 hingga 32 Gigabyte (jika partisi lebih besar dari 32 GB, maka program instalasi Windows hanya menyediakan sistem berkas NTFS). Dalam instalasi sistem operasi Windows NT 5.x ke atas, jika ukuran partisi di mana Windows diinstalasikan kurang dari 2 Gigabyte, program instalasi akan menggunakan sistem berkas FAT16; dan berlaku sebaliknya, jika partisi di mana Windows hendak diinstalasikan lebih dari 2 Gigabyte, program instalasi akan menggunakan sistem berkas FAT32.

FAT32 menggunakan ukuran unit alokasi yang lebih kecil dibandingkan dengan sistem berkas FAT12/FAT16, sehingga FAT32 lebih efisien ketika diaplikasikan pada partisi yang besar (ukurannya lebih besar dari pada 512 Megabyte). Penghematan yang dilakukan oleh FAT32 dibandingkan dengan FAT16/FAT12 kira-kira adalah 20% hingga 27%. Windows 98 memiliki utilitas yang dapat digunakan untuk mengonversi partisi FAT16 menjadi FAT32 tanpa kehilangan data.

Karakteristik dan fitur setiap versi

Berikut ini adalah tabel perbandingan ukuran partisi dan ukuran unit alokasi sistem berkas (default) yang digunakan oleh sistem berkas FAT.
Ukuran partisi FAT12 FAT16 FAT32
0 MB hingga 6 MB 1024 byte (2 sektor) Tidak didukung Tidak didukung
7 MB hingga 16 MB 2048 byte (4 sektor) Tidak didukung Tidak didukung
17 MB hingga 32 MB 4096 byte (8 sektor) 512 byte (1 sektor) Tidak didukung
33 MB hingga 64 MB Tidak didukung 1024 byte (2 sektor) 512 byte (1 sektor)
65 MB hingga 128 MB Tidak didukung 2048 byte (4 sektor) 1024 byte (2 sektor)
129 MB hingga 256 MB Tidak didukung 4096 byte (8 sektor) 2048 byte (4 sektor)
257 MB hingga 512 MB Tidak didukung 8192 byte (16 sektor) 4096 byte (8 sektor)
513 MB hingga 1024 MB Tidak didukung 16384 byte (32 sektor) 4096 byte (8 sektor)
1025 MB hingga 2048 MB Tidak didukung 32768 byte (64 sektor) 4096 byte (8 sektor)
2049 MB hingga 4096 MB Tidak didukung 65536 byte (128 sektor)
Hanya dapat digunakan dalam keluarga Windows NT 4096 byte (8 sektor)
4097 MB hingga 8192 MB Tidak didukung Tidak didukung 4096 byte (8 sektor)
8192 MB hingga 16384 MB Tidak didukung Tidak didukung 8192 byte (16 sektor)
16385 MB hingga 32768 MB Tidak didukung Tidak didukung 16384 byte (32 sektor)
32769 MB - 127.5 GB Tidak didukung Tidak didukung 32768 byte (64 sektor)
127.5 GB - 2 TB Tidak didukung Tidak didukung 65536 (128 sektor)

Tabel berikut berisi informasi mengenai karakteristik dan fitur sistem berkas FAT
Karakteristik FAT12 FAT16 FAT32
Panjang nama berkas maksimum 8.3 dalam sistem operasi MS-DOS,
hingga 260 karakter dalam sistem operasi Windows 32-bit 8.3 dalam sistem operasi MS-DOS,
hingga 260 karakter dalam sistem operasi Windows 32-bit Hingga 260 karakter dalam sistem operasi Windows 32-bit,
juga membuat format nama berkas 8.3
Fitur keamanan Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Fitur kompresi data Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Jumlah unit alokasi tabel alokasi berkas 12-bit (4096 buah) 16-bit (65536 buah), 32-bit (teoritis), 28-bit (praktek)
Jumlah unit alokasi fisik tiap partisi 32680 sektor 65524 buah unit alokasi
(seharusnya 65536 buah, tapi beberapa unit alokasi telah direservasikan) 65527 buah unit alokasi
(seharusnya 65536 buah, tapi beberapa unit alokasi telah direservasikan)
Ukuran unit alokasi maksimum 64 KB (maksimum); 32 KB (disarankan) 64 KB (teoritis); 32 KB (praktek); 16 KB (disarankan)
Kisaran ukuran unit alokasi 512 byte hingga 2048 byte 512 byte hingga 65536 byte 512 byte hingga 65536 byte
Ukuran partisi maksimum 32 MB 2 GB (pada semua sistem operasi); 4 GB (hanya pada keluarga Windows NT) 8 TB (teoritis), 2 TB (implementasi; limitasi ini dikarenakan tabel partisi dalam skema partisi MBR yang digunakan oleh FAT32), 32 GB (Windows NT 5.x ke atas)
Ukuran berkas maksimum 4 GB - 1 byte (232-1 byte) 4 GB - 1 byte (232-1 byte)
Jumlah berkas tiap partisi 65536 berkas 4177920 berkas
Jumlah berkas maksimum dalam direktori akar 512 berkas (Penggunaan nama berkas panjang (nama berkas yang tidak menggunakan format 8.3) dapat mengurangi jumlah ini secara signifikan) 65534 berkas (Penggunaan nama berkas panjang dapat mengurangi jumlah ini secara signifikan)
Saran penggunaan Media penyimpanan kurang dari 16 MB Media penyimpanan dari 16 MB hingga 511 MB Media penyimpanan dari 512 MB hingga 32768 MB. Gunakan NTFS atau sistem berkas lainnya untuk media penyimpanan yang lain.

Spesification Rizky Harddisk Seagate Barracuda 7200.7 80 GB
Field Value
ATA Device
Model ID ST380011A
Serial Number 5JV09BXR
Firmware Revision 3.06
Parameters 155061 cylinders, 16 heads, 63 sectors per track, 512 bytes per sector
Device Type ATA device, harddisk
Port Primary controller - Master Drive
ATA/ATAPI standards ATA-1, ATA-2, ATA-3, ATA/ATAPI-4, ATA/ATAPI-5, ATA-ATAPI-6
ATA/ATAPI version ATA/ATAPI-6 T13 1410D revision 2
Single word DMA mode supported None
Single word DMA mode enabled None
Multi word DMA mode supported 0, 1, 2 (16.66 MB/s)
Multi word DMA mode active None
Ultra DMA mode supported 0 -5 (100 MB/s)
Ultra DMA mode enabled 5 (100 MB/s)
PIO mode supported 2 (8.3 MB/s)
PIO mode with IORDY supported 3, 4 (16.6 MB/s)
LBA Sectors 156301488
Cache size 2,048 KB
Controller Not specified
Read cache supported Yes
Read cache enabled Yes
Write cache supported Yes
Write cache enabled Yes
Buffer 2 MB
Multiple Sectors 16
ECC Bytes 4
Max. PIO Transfer Mode PIO 4
Max. UDMA Transfer Mode UDMA 5 (ATA-100)
Active UDMA Transfer Mode UDMA 5 (ATA-100)
Unformatted Capacity 76319 MB

ATA Device Features
SMART Supported (Enabled)
Security Mode Supported (Enabled)
Power Management Supported (Enabled)
Advanced Power Management Not Supported
Removable media feature No
Packet command No
Release interrupt No
Service interupt No
Device reset command No
Write verify command No
Write buffer command No
Read buffer command No
NOP command No
Identify DMA command No
Download microcode Yes
Read/Write DMA queued No
CFA feature No
Set max security extension Yes (Enabled)
Flush cache command No
Flush cache ext command No
SMART error logging Yes
SMART self test Yes
Streaming No
General logging No
I/O ready (IORDY) Yes (enabled)
Min PIO timing (without IORDY) 240 ns
Min PIO timing (with IORDY) 120 ns
PIO timing 512 ns
DMA timing 512 ns
Min multiword DMA timing 120 ns
Multiword DMA timing (Recommended) 120 ns
Overlapped Operations No
Command Queuing Yes
ECC bytes passed by the Read/Write long commands 4 bytes
Host Protected Area Supported
Power-Up In Standby Not Supported
Automatic Acoustic Management Not Supported
48-bit LBA Supported
Device Configuration Overlay Supported

ATA Device Physical Info
Manufacturer Seagate
Hard Disk Name Barracuda 7200.7 80011
Form Factor 3.5″
Formatted Capacity 80 GB
Disks 1
Recording Surfaces 2
Physical Dimensions 146.56 x 101.85 x 26.1 mm
Max. Weight 544 g
Average Rotational Latency 4.16 ms
Rotational Speed 7200 RPM
Max. Internal Data Rate 683 Mbit/s
Average Seek 8.5 ms
Interface Ultra-ATA/100
Buffer-to-Host Data Rate 100 MB/s
Buffer Size 2 MB
Spin-Up Time 10 sec

ATA Device Manufacturer
Company Name Seagate Technology LLC
Product Information



Selengkapnya...


PERINTAH DASAR MYSQL

by yodi saputra at/on 03.12
in
0 komentar

MySQL dikembangkan sekitar tahun 1994 oleh sebuah perusahaan pengembang software dan konsultan database bernama MYSQL AB yang berada di Swedia. Waktu itu perusahaan tersebut masih bernama TcX DataKonsult AB, dan tujuan awal dikembangkannya MySQL adalah untuk mengembangkan aplikasi berbasis web pada client. Awalnya Michael "Monty" Widenius, pengembang satu-satunya di TcX memiliki sebuah aplikasi UNIREG dan rutin ISAM buatannya sendiri dan sedang mencari antarmuka SQL yang cocok untuk diimplementasikan ke dalamnya. Mula-mula Monty memakai miniSQL (mSQL) pada eksperimennya itu, namun SQL dirasa kurang sesuai, karena terlalu lambat dalam pemrosesan query. Akhirnya Monty menghubungi David Hughes, pembuat mSQL yang sedang merilis versi kedua dari mSQL. Kemudian Monty mencoba membuat sendiri mesin SQL yang memiliki antarmuka mirip dengan SQL, tetapi dengan kemampuan yang lebih sesuai sehingga lahirlah MySQL. Tentang pengambilan nama MySQL, sampai saat ini masih belum jelas asal usulnya. Ada yang berpendapat nama My diambil dari huruf depan dan belakang Monty, tetapi versi lain mengatakan nama itu diambil dari putri Monty yang kebetulan juga bernama My.
II. Keistimewaan MySQL
Sebagai database server yang memiliki konsep database modern, MySQL memiliki banyak sekali keistimewaan. Berikut ini beberapa keistimewaan yang dimiliki oleh MySQL:
a.Portability
MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai OS seperti Windows, Linux, Unix, Mac OS, Solaris, Unix, Amiga, HP-UX, Symbian.
b.OpenSource"limited"
Dahulu MySQL didistribusikan secara open source (gratis), dibawah lisensi GPL sehingga kita dapat menggunakannya secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya. Namun, saat ini karena MySQL telah dibeli oleh SUN, maka kita tidak dapat lagi menikmati fitur-fitur baru yang ada di MySQL, karena SUN akan membatasi fitur-fitur baru ini hanya untuk user yang membeli lisensinya. Sehingga MySQL tidak lagi sebuah opensource yang benar-benar gratis lagi. MySQL sekarang hanya menyediakan fitur-fitur "dasar" saja yang saat ini sudah menggunakan versi 5.1. Untuk mendownloadnya silahkan download di sini dan dicari versi MySQL dengan OS kita.
c.Multiuser
MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami konflik. Hal ini memungkinkan sebuah database server MySQL dapat diakses klien secara bersamaan.
d.PerformanceTuning
MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
e.ColumnTypes
MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti signed/unsigned integer, float, double, char, varchar, text, blob, date, time, datetime, timestamp, year, set serta enum.
f.CommanddanFunctions
MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah SELECT dan WHERE dalam query.
g.Security
MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta password terenkripsi.
h.ScalabilitydanLimits
MySQL ammpu menangani database dalam skala besar dengan jumlah records lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 miliar baris. Selain itu, batas index yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
i.Connectivity
MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan TCP/IP, Unix soket (Unix), atau Named Pipes (NT).
j.Localisation
MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan (error code) pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa.
k.Interface
MySQL memiliki interface terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
l.ClientsdanTools
MySQL dilengkapi dengan berbagai tool yang dapat digunakan untuk administrasi database, dan pada setiap tool yang ada disertakan petunjuk online.
m.StrukturTabel
MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE dibandingkan database lainnya.
III. Ketentuan Memberi Perintah dalam MySQL
Berikut adalah ketentuan-ketentuan member perintah pada MySQL:
• Setiap perintah harus diakhiri dengan tanda titik koma (;) atau dengan memberikan perintah \g atau \G. Namun, pada umumnya user menggunakan tanda titik koma untuk mengakhiri perintah pada MySQL.
• Setiap perintah akan disimpan dalam buffer (memori sementara) untuk menyimpan histori perintah-perintah yang pernah diberikan.
• Perintah dapat berupa perintah SQL atau perintah khusus MySQL.
• Perintah-perintah yang bukan SQL dapat dipendekkan dengan menggunakan \ dan huruf depan perintah.
• Perintah help atau \h digunakan untuk menampilkan daftar dan aturan memberikan perintah di lingkungan MySQL.
• Perintah-perintah dalam lingkungan MySQL tidak menerapkan aturan case sensitive, tetapi case insensitive yaitu perintah bisa dituliskan dalam huruf besar atau pun huruf kecil.
• Aturan case sensitive diterapkan pada penamaan objek-objek dalam database seperti nama database atau nama table, namun aturan ini hanya ada dalam lingkungan Unix dan Linux.
• Untuk melihat perintah-perintah yang sudah pernah kita ketikkan, tekan tombol tanda panah atas.
IV. Perintah-Perintah dasar MySQL
Untuk mengikuti tutorial ini, dianggap MySQL sudah terinstal dengan baik dalam sistem. Jika menggunakan Linux Centos, dan terhubung dengan internet, maka untuk menginstal MySQL cukup ketikkan:
# yum -y install mysql*
maka MySQL akan langsung terinstal ke dalam sistem Linux secara otomatis. Setelah itu nyalakan MySQL dengan cara:
# service mysqld start
maka MySQL siap untuk digunakan. Penulis menggunakan Linux Centos 5 dan MySQL versi 5.0 di dalam tutorial ini. Tulisan yang diberikan cetak tebal, maka itu berarti perintah-perintah MySQL.
1. Mengecek Paket MySQL
Untuk mengecek paket-paket MySQL, ketikkan perintah:
# rpm –qa | grep mysql

2. Melihat versi MySQL
Untuk melihat versi MySQL yang ada dalam sistem, ketikkan:
# mysql –version

3. Masuk ke MySQL
Ketikkan mysql pada sistem agar kita bisa masuk ke dalam database MySQL.


4. Melihat Database
Untuk melihat database apa yang di MySQL, ketikkan:
> show databases;


5. Membuat Database baru
Untuk membuat database baru, ketikkan perintah:
> create database nama_database;
Ingat: nama_database dirubah menjadi nama database sesuai dengan anda. Dalam tutorial ini kita akan membuat database latihan, sehingga perintahnya menjadi:
> create database latihan;


6. Menggunakan Database;
Untuk menggunakan database yang ada di MySQL, ketikkan perintah:
> use nama_database;
Karena kita telah membuat database latihan, maka kita akan menggunakan database ini, sehingga perintah tersebut menjadi:
> use latihan;

7. Membuat Table
Di dalam database latihan, kita akan membuat tabel-tabel dengan format:
> create table nama_tabel (nama_data tipe_data (panjang_karakter), ...);
Tipe-tipe data pada MySQL bermacam-macam dan dapat dilihat lengkap di sini. panjang_karakter merupakan jumlah karakter maksimum yang ditampung di dalam sebuah field. Kali ini, kita akan membuat tabel alamat yang berisi field no, nama, alamat, kota, telepon.

8. Melihat Table
Untuk melihat table yang sudah kita buat, ketikkan perintah:
> show tables;
Namun, untuk melihat sebuah table yang lebih lengkap beserta tipe-tipe datanya, ikuti format berikut:
> describe nama_table;
Dalam kasus kita,
> describe alamat;

9. Merubah Nama Field
Apabila kita ingin merubah nama field pada tabel yang sudah jadi, maka harus mengikuti format:
> alter table nama_table change nama_field_lama nama_field_baru tipe_data(panjang_karakter);
Pada perintah ini, tipe_data dan panjang_karakter dapat dirubah. Dalam kasus kita:
> alter table alamat change no nomor varchar(10);
Untuk melihatnya apa yang telah kita rubah, ketikkan:
> describe alamat;

10. Merubah Tipe Data
Jika kita ingin merubah tipe data sebuah field, maka harus mengikuti format:
> alter table nama_table modify nama_field tipe_data_baru(panjang_karakter);
Dalam kasus kita:
> alter table alamat modify kota varchar(17);

11. Menambah Kolom/Field
Format untuk menambah kolom/field pada sebuah tabel adalah:
> alter table nama_table add field_baru tipe_data(panjang_karakter);
Dalam kasus kita:
> alter table alamat add email varchar(20);

12. Menghapus Field/Kolom
Format untuk menghapus kolom/field pada sebuah tabel adalah:
> alter table nama_table drop nama_field;
Dalam kasus kita:
> alter table alamat drop email;

13. Mengganti Nama Tabel
Format untuk mengganti nama tabel adalah:
> alter table nama_table_lama rename nama_table_baru;
Dalam kasus kita:
> alter table alamat rename teman;

14. Memasukkan Data-Data
Format untuk memasukkan data-data pada sebuah tabel adalah:
> insert into nama_table values ('data_field_1','data_field_2',...);
Dalamkasuskita:

14. Mengubah Data-Data
Format untuk merubah data-data pada sebuah tabel adalah:
> update nama_table set nama_field='isian_baru' where nama_field_lain='isi_field_tersebut';
Contoh:
> update teman set nama='hari irah' where no=2;
maka nama seseorang yang berada di nomor 2 akan berubah menjadi hari irah.
15. Melihat Data-Data
Format umum untuk melihat data-data pada sebuah tabel adalah:
> select nama_field from nama_table where nama_field_lain='isi_field_tersebut';
Agar bisa lebih mengerti dengan pembahasan ini, cobalah tambah beberapa data seperti pada poin 13 dengan beberapa field memiliki nilai yang sama. Karena untuk melihat table memiliki banyak format, maka kita bisa melihat sebuah tabel dengan berbagai macam cara, seperti:
a. Menampilkan semua kolom
Format:
> select * from nama_table;
Contoh:
> select * from teman;

b. Menampilkan kolom tertentu
Format:
> select nama_field from nama_table;
Contoh:
> select nama, telepon from alamat;

c. Menampilkan kolom tertentu dengan kondisi tertentu
Format:
> select nama_field from nama_table where nama_field_lain='isi_field_tersebut';
Contoh:
> select nama from teman where kota='jakarta';

d. Menghindari Pengulangan Data Pada Kolom
Format:
> select distinct nama_field from nama_table;
Contoh:
> select distinct kota from teman;

e. Membatasi data yang ditampilkan
Format:
> select nama_field_yang_mau_ditampilkan from nama_table limit dari_baris,sampai_baris;
Contoh kita akan menampilkan data yang dimulai dari baris kedua sampai keenam, maka perintahnya adalah:
> select * from teman limit 2,6;

f. Mengurutkan data
Format:
> select nama_field_yang_mau_ditampilkan from nama_table order by nama_field klausa;
Klausa format ini ada 2 yaitu asc yaitu akan mengurutkan data naik dari yang terkecil dan desc yaitu kebalikannya.

g. Menggabungkan beberapa kondisi
Format:
> select nama_field_yang_mau_ditampilkan from nama_table where nama_field=’isi_field’ operator_logika nama_field=’isi_field’;
Opearator_logika disini ada 2 yaitu and dan or. Untuk melihat perbedaan diantara keduanya, perhatikan gambar dibawah ini:


h. Memberi batas data
Format:

> select nama_field_yang_mau_ditampilkan from nama_table where nama_field between isi_field and isi_field;


i. Mencari Data Dengan Kriteria Tertentu
Format:
> select nama_field_yang_mau_ditampilkan from nama_table where nama_field like ‘%’;
‘%’ ada 3 macam, yaitu:
‘keyword%’: Mencari data yang diawali dengan keyword
‘%keyword’: Mencari data yang diakhiri dengan keyword
‘%keyword%’: Mencari data yang mengandung keyword


j. Menghitung Sejumlah nilai (Fungsi Agregat)
Nama Fungsi Deskripsi
SUM() Menghitung jumlah nilai pada suatu kolom
AVG() Menghitung nilai rata-rata pada suatu kolom
MAX() Mencari nilai maksimal pada suatu kolom
MIN() Mencari nilai minimal pada suatu kolom
COUNT() Menghitung jumlah baris pada suatu kolom

16. Menghapus Tabel
Format:
> drop table nama_table;
Dalam kasus kita:

> drop table alamat;
17. Menghapus Database
Format:
> drop database nama_database;
Dalam kasus kita:
> drop database latihan;
18. Keluar dari MySQL
Format:
> quit;
atau
> exit;





Selengkapnya...


Perbedaan FAT dan NTFS

by yodi saputra at/on 02.41
in
0 komentar

Mungkin sebelum saya membahas soal ini mungkin beberapa dari anda sering bertanya tanya mengapa ketika kita menginstall harus memilih dua file sistem yang berbeda antara NTFS atau FAT,dan apa perbedaan dari dua file sistem tersebut.
Untuk itu sebelum kita membahas tersebut lebih baik kita ketahui dahulu asal mula FAT dan NTFS.

-FAT(file allocation table).
FAT banyak macam-macamnya seperti FAT, FAT 2, FAT 4, FAT 16, FAT 32.
Mungkin dari anda bartanya mangapa ada angka dibelakang huruf FAT berbeda-beda,sebenarnya maksud dari itu adalah berapa besar bit memory yang dapat dialokasikan.
Beberapa asal mula FAT yang dapat saya jelaskan dibawah ini:

FAT16
FAT16 mulai dikenalkan MS-DOS tahun 1981.sistem ini diciptakan awalnya/didesign untuk mengatur file diflopy drive dan setelah mengalami beberapa perubahan sistem ini dapat digunakan untuk mengatur file dihard disk.

FAT32
FAT32 mulai dikenalkan pada sistem Windows 95 R2. Merupakan perkembangan dari FAT16,FAT32 memiliki kemampuan menampung jumlat cluster yang lebih besar dalam partisi.


-NTFS(new technology file system)
NTFS dikenalkan pertama kali oleh Windows NT dan merupakan file system yang benar-benar berbeda dibanding teknologi FAT.
NTFS merupakan salah satu file sistem yang baik dan bagus, NTFS NTFS menawarkan security yang jauh lebih baik, kompresi file, cluster dan bahkan support enkripsi data. NTFS merupakan file system standar untuk Windows XP.
NTFS membolehkan anda mendapatkan keuntungan maksimal untuk kebutuhan lingkungan bisnis perusahaan sehari -hari dari Windows Server 2003, seperti peningkatan keamanan, lebih sempurna dan performa yang meyakinkan, seperti halnya sebuah desain untuk peningkatan kapasitas besar.


kelabihan FAT(file allocation table).
-file system ini kompatibel hampir di semua Operating System baik itu Windows 95/98/ME, OS/2, Linux dan bahkan Unix, terdapat pada FAT16
-kemampuan menampung jumlat cluster yang lebih besar dalam partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih baik dibanding FAT16, yang terdapat pada FAT32

kelemahan FAT(file allocation table).
-FAT16 mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster dalam partisi, jadi semakin besar hard disk maka ukuran cluster akan semakin besar, artinya file sekecil apapun tetap akan memakan 32Kb dari harddisk. Hal jelek lain adalah FAT16 tidak mendukung kompresi, enkripsi dan kontrol akses dalam partisi.
-Terbatasnya Operating System yang bisa mengenal FAT32. Tidak seperti FAT16 yang bisa dikenal oleh hampir semua Operating System, namun itu bukan masalah apabila anda menjalankan FAT32 di Windows XP karena Windows XP tidak peduli file sistem apa yang di gunakan pada partisi.

Kelebihan NTFS(new technology file system)
-NTFS menawarkan security yang jauh lebih baik, kompresi file, cluster dan bahkan support enkripsi data.
-Lebih Handal

NTFS menggunakan informasi log file dan hasil pemeriksaan untuk mengembalikan konsistensi dari sistem file ketika komputer di jalankan kembali ketika sistem mengalami kegagalan. Pada saat mengalami error bad sector, NTFS secara dinamis menandai ikatan yang mengandung bad sector dan mengalokasikan sebuah ikatan (cluster) baru untuk data, seperti halnya menandai cluster sebagai bad dan tidak lama menggunakannya. Contohnya, dengan menghapus/format sebuah server POP3 dengan NTFS, penyimpanan mail dapat menawarkan pembukuan (logging) dan mengembalikan (recovery). Ketika sever mengalami crash, NTFS dapat menyembuhkan/mengembalikan data dengan menjalankan log filenya.

-Lebih aman

NTFS membolehkan anda mengatur izin dalam sebuah file atau folder, dan menspesifikasikan grup - grup dan para pengguna yang diizinkan mengakses atau tidak oleh anda, dan kemudian pilih jenis akses yang diperbolehkan. NTFS juga mendukungteknologi Encrypting File System (EFS) yang biasa digunakan untuk menyimpan encrypted file dalam ruang NTFS. Para penyusup yang mencoba mengakses encrypted file anda akan dicegah perlakuannya, sekalipun penyusup itu mengakses fisik dari komputer tersebut.


Kekurangan NTFS.

-NTFS tidak kompatibel dengan Operating System lain yang terinstall di komputer yang sama (Double OS) bahkan juga tidak terdetek apabila anda melakukan StartUp Boot menggunakan floopy.


Perbedaan FAT dan NTFS
Jika anda menjalankan lebih dari 1 Operating System di pc anda , anda mungkin perlu menyediakan partisi untuk FAT. Anda bisa memasukkan file / program ke partisi tersebut karena FAT bisa di akses oleh Operating System apapun di harddisk anda. Tapi perlu di ingat, FAT tidak mempunyai security dalam data dan semua Operating System yang terinstall memiliki akses 100% kepada partisi yang menggunakan FAT (read, write, delete, execute). Dalam kasus lain bahkan bisa dilakukan antar jaringan apabila terkoneksi jadi jangan menyimpan file penting dalam FAT System.


Untuk mengetahui apa itu NTFS anda bisa buka article berjudul apa itu NTFS diblog ini.

sumber:www.pcguru.okihelfiska.net,dan beberapa blog yang menyadiakan berita tersebut serta beberapa ilmu yang saya ketahui






Selengkapnya...


perintah dasar Mysql 2.

by yodi saputra at/on 05.54
in
0 komentar

Mungkin perintah dasar MYSQL ini hampir sama dengan article saya yang satu lagi tapi maksud dari ini untuk membantu anda mempermudah/menambah perintah perintah membuat data base pada MYSQL.

1. Masuk ke MySQL Sebagai Root
#mysql -h localhost -u root
2. Membuat Database
mysql>CREATE DATABASE NAMADATABASE;
3. Menghapus Database
mysql>DROP DATABASE NAMADATABASE;
4. Menampilkan Database
mysql>SHOW DATABASES;
5. Menggunakan Database
mysql>USE NAMADATABASE;
6. Membuat Tabel (nama tabel : BIODATASISWA)
mysql>CREATE TABLE BIODATASISWA (
->nis int(5) NOT NULL default,
->nama varchar(70) NOT NULL default '',
->alamat varchar(255) NOT NULL default '',
->tempat_lahir varchar(50) NOT NULL default '',
->tanggal_lahir date NOT NULL default '0000-00-00',
->PRIMARY KEY (NIS)
->);
7. Menampilkan Tabel
mysql>SHOW TABLES;
8. Menggunakan Tabel
mysql>USE NAMATABEL;
9. Melihat Keterangan/properti pada Sebuah Tabel
mysql>DESCRIBE NAMATABEL;
10. Memasukkan Data ke Tabel
mysql>INSERT INTO BIODATASISWA VALUE ('06888','Boni Fajarwan','Jl. Ahmad Yani 17 Banjarbaru','Palangkaraya','1991-06-14');
11. Menghapus Isi Tabel
mysql>DELETE FROM BIODATASISWA;
12. Menampilkan Data pada Tabel
mysql>SELECT * FROM BIODATASISWA;
13. Mengubah/mengupdate Data pada Tabel
mysql>UPDATE BIODATASISWA SET tempat_lahir='Banjarmasin' WHERE nis='06888';
14. Menambah Field
mysql>ALTER TABLE BIODATASISWA ADD nama_ayah VARCHAR(70) NOT NULL default '';
15. Menghapus Field
mysql>ALTER TABLE BIODATASISWA DROP alamat;
16. Keluar dari MySQL
mysql>quit;



Selengkapnya...


 
fineprint
(c) hardware dan software berhubungan · Using Blogger · Theme by EvanEckard · Blogger Template by Blogger FAQs and Mobi123